Setelah Membaca Doa Iftitah, Jangan Lupa Baca Taawuz Ketika Salat
Setelah Membaca Doa Iftitah, Jangan Lupa Baca Taawuz Ketika Salat
Setelah membaca doa iftitah dalam salat, terdapat bacaan doa yang mungkin luput dilakukan oleh sebagian muslim, yaitu membaca taawuz atau istiazah. Bacaan ini merupakan permohonan perlindungan kepada Allah Swt dari segala kejahatan makhluk yang terkutuk, terutama setan. Praktik ini telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah Saw dalam berbagai hadis dan didukung oleh ayat-ayat al-Quran. Firman Allah Swt. dalam surah an-Nahl (16): 98 menyebutkan, ??????? ???????? ??????????? ??????????? ????????? ???? ??????????? ??????????? “Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Selain itu, surah Fushilat (41): 36 juga menegaskan pentingnya berlindung kepada Allah ketika menghadapi gangguan setan. ???????? ????????????? ???? ??????????? ?????? ??????????? ????????? ???????? ???? ??????????? ??????????? “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” Berdasarkan landasan ini, taawuz menjadi bagian integral dari ibadah, termasuk salat. Rasulullah Saw sendiri, sebagaimana diriwayatkan oleh Ab? Sa‘?d al-Khudr?, selalu membaca taawuz setelah doa iftitah sebelum membaca basmalah. ???? ????? ??????? ???????????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????? ????? ?????????? ??????????? ??????? ????? ??????? ??????????? ???????? ???????????? ??????????? ??????? ?????????? ??????? ????? ?????? ???????? ????? ??????? ????? ???????? ???????? ????? ??????? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ???? ???????????? ?????????? ???? ???????? ?????????? ?????????? [ ???? ???????]. “Dari Ab? Sa’id al-Khudr? [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Adalah Rasulullah saw apabila berdiri hendak salat di waktu malam, beliau bertakbir lantas mengucapkan, “Sub??nakall?humma wa bi ?amdika wa tab?rakasmuka wa ta‘?l? jadduka wa l? il?ha ghairuk” (Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah nama-Mu, Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau).” Lalu beliau mengucapkan, “All?hu akbar kab?ra”. Kemudian beliau membaca, “A’??u bill?his-sam?‘il-‘al?m, minasy-syai??nirraj?m min hamzihi wa nafkhihi wa naf?ih” (Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syaitan yang terkutuk, dari bisikannya, tiupannya, hembusannya [HR. at-Tirmi??]. Memang ada hadis dari Ab? Hurairah yang diriwayatkan oleh Muslim. Dari Ab? Zur‘ah [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Aku mendengar Ab? Hurairah mengatakan: “Rasulullah Saw. apabila bangkit dari rakaat kedua, beliau memulai bacaan dengan ‘Alhamdulillah rabbil ‘alamin’ dan beliau tidak diam.” [HR. Muslim]. Menurut Majelis Tarjih, Hadis Ab? Hurairah ini tidaklah menafikan adanya bacaan taawuz. Sebab, yang ditiadakan dalam hadis tersebut adalah diam yang diketahui, yaitu diam tertentu untuk membaca doa iftitah. Adapun diam karena membaca taawuz dan basmalah merupakan diam yang sangat ringan atau sebentar sehingga tidak dirasakan atau disadari oleh makmum, karena pada saat itu mereka sedang tersibukkan dengan gerakan bangkit ke rakaat berikutnya. Selain itu, setiap rakaat dianggap sebagai sebuah salat tersendiri. Oleh karena itu, sebagaimana diwajibkan membaca al-Fatihah dalam setiap rakaat, maka yang lebih utama adalah taawuz juga dianggap sebagai bagian darinya. Taawuz memiliki beberapa variasi bacaan yang semuanya memiliki dasar yang kuat dari al-Quran dan hadis. Di antaranya adalah: ???????? ??????? ???? ???????????? ????????? “A‘??u bill?hi minasy-syait?nir-raj?m” (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk), sesuai dengan surah an-Nahl ayat 98. ???????? ??????? ??????????? ??????????? ???? ???????????? ?????????? “A‘??u bill?his-sam?‘il-‘al?mi minasy-syait?nir-raj?m” (Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk), merujuk pada surah Fushilat ayat 36. ??????? ????????? ?????????? ?????????? ???? ???????????? ?????????? ???? ???????? ?????????? ?????????? “A‘??u bill?his-sam?‘il-‘al?mi minasy-syait?nir-raj?m min hamzihi wa nafkhihi wa naf?ih” (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari bisikannya, tiupannya, dan hembusannya), yang didasarkan pada hadis Ab? Sa‘?d al-Khudr?.